Belajar search engine optimization (SEO) itu susah-susah gampang. Susah kalau tidak dapat gambaran jelas alur belajar yang tepat dan efektif seperti apa. Gampang kalau dari kita sudah menemukan starting point serunya belajar SEO.
Saya termasuk yang merasakan ini waktu awal belajar SEO: enggak mengerti ini arah belajarnya mau dibawa ke mana. Terlalu banyak istilah dan teori rumit. Setiap hari suka ada update SEO baru. Memusingkan.
Sampai akhirnya saya menemukan sendiri semacam “trik rahasia” belajar SEO yang cepat. Bahwa, oh, ternyata kalau dimulai dari belajar ‘materi ini’, ke depannya akan lebih mudah juga dalam memahami teori A B C D. Apalagi ketika ilmunya di-implement ketika running projek SEO, langsung rasanya seolah seperti ilmuwan yang menemukan segala “aha moment!”
Ya, menurut hemat saya, mayoritas persoalannya bukan karena “materi yang tampak susah untuk dicerna”. Tetapi, lebih ke belum ada gambaran seperti apa roadmap belajar SEO yang betul-betul applicable dan realistis untuk dipraktikkan.
Saya yakin, siapa pun bisa belajar dengan cepat dengan melalui tahapan-tahapan yang tepat kalau sudah mendapatkan referensi roadmap belajar SEO yang applicable ini.
Pertanyaannya: seperti apa roadmap yang dimaksud?
Roadmap Belajar SEO yang Applicable: Step-by-Step yang Efektif selama 1 Tahun!
Gambarannya kurang lebih seperti pada gambar di bawah ini:
Saya memisahkannya menjadi empat (4) fase pembelajaran:
- Fase memahami cara kerja ranking & organic traffic
- Fase memahami cara kerja search bot & performance monitoring
- Fase deep learning fundamental technical SEO
- Fase memahami cara kerja sebagai praktisi SEO yang strategis
Setiap fase pembelajaran terfokus hanya pada satu topik besar. Tidak belajar secara acak yang kitanya sendiri jadi bingung dari satu topik ke topik itu inti dan kesinambungannya seperti apa.
Supaya apa? Jelas, tujuannya agar otak kita terlatih untuk melihat benang merah antar satu materi dengan yang lain, sehingga dapat memahami cara kerja SEO secara utuh.
Bayangkan begini. Kita baru mulai banget belajar SEO, di mana kita belum dapat gambaran yang jelas SEO itu intinya apa. Sebagai orang yang baru belajar, yang paling masuk di kepala adalah melihat kenaikan organic traffic di Google Search Console ataupun ranking di windows versi “Incognito Mode”.
Terus kita malah memaksakan diri untuk langsung mendalami cara kerja search bot yang secara garis besar kelihatannya membahas soal crawling → indexing → ranking. Ya, kalau sekadar dihafal mungkin kelihatannya mendalam. Aslinya? Bisa saja lebih dari itu, terutama konteksnya untuk masalah spesifik yang ada di website kita. Aduh, yang ada malah semakin bingung arah belajar SEO-nya ke mana.
That’s why, belajar secara bertahap dalam satu topik besar yang sama itu penting. Supaya otak kita enggak yang penuh hanya karena perkara banyak informasi yang masuk ke kepala. Tetapi, ya, otak kita bisa jadi lebih tertata & terbayang di luar kepala step-by-step yang perlu diambil. Jadi, enggak perlu yang sedikit-sedikit bingung mempertanyakan problem SEO (yang memang rumit).
Bulan 1-3: Fase memahami cara kerja ranking & organic traffic
Sebelum mulai belajar, pastikan sudah memahami tujuan belajar & impact-nya terhadap pertumbuhan skills SEO kita secara jangka panjang.
Untuk di fase ini, akan seperti:
- Tujuan belajar: supaya lebih dapat gambaran apa yang dimaksud dengan SEO, mulai dari definisi dan results pekerjaannya
- Impact secara jangka panjang: sebagai “pintu pembuka” untuk memahami materi-materi SEO lainnya dengan level kompleksitas yang berbeda
Lalu, apa saja ilmu yang perlu dipelajari & dikuasai pada fase ini?
1. Keyword Research
Sebagai gambaran mudah, menaikkan keyword adalah pekerjaan yang harus dikejar praktisi SEO. Biasanya, bos atau klien kita akan menanyakan atau request seperti ini:
“Kira-kira bisa menaikkan ranking keyword ini, enggak? Butuh berapa lama, ya?”
Semisal, kamu hanya menjawab, “Oh, ini tinggal buat artikel SEO saja, pak.”
Atau,
“Pakai backlink yang authority-nya tinggi saja, pak.”
Itu tidak menjawab inti “apa yang sebenarnya dilakukan praktisi SEO”.
Karena, yang dipedulikan bos atau klien kita adalah: bagaimana cara saya meningkatkan penjualan melalui SEO?
Dan jawaban yang paling masuk di kepala mereka: “Kita perlu memilih keyword yang tepat yang paling banyak dicari customer. Dengan menaikkan ranking-nya di Google, customer akan lebih mudah menemukan website, dan nantinya menghubungi kita.”
Apa Saja Skill Keyword Research yang Harus Dikuasai?
- Search intent: pahami bahwa setiap keyword memiliki intensi pencariannya masing-masing. Ada yang informational, navigational, commercial investigation, dan transactional. Memahami keempatnya + menggunakannya dengan sesuai akan sangat membantu kita terutama dalam strategi artikel ataupun product page.
- Buat daftar seed keywords: keyword yang kita tentukan untuk artikel ataupun page tidak bisa kita asal pilih. Harus dipastikan tetap sesuai dengan seed keywords, agar website kita tetap dikenal kuat secara spesifik oleh Google sekaligus memperkokoh ranking website.
- Pahami topik & niche: tujuannya agar keyword yang kita pilih tetap sesuai dengan topik dan niche, bukan yang sekadar asal pilih selama persaingan sedikit. Karena, di era sekarang, yang penting adalah memilih keyword yang sesuai dengan yang dicari customer, bukan yang sekadar populer atau banyak digunakan.
- Crosscheck dengan profil customer: cek apakah keyword betul-betul dicari customer kita? Atau, ternyata cuma karena faktor digunakan banyak kompetitor? Setiap brand punya perilaku customer yang unik, sehingga keyword spesifik yang digunakan antar satu customer dengan yang lain. Jangan sampai kita memilih keyword yang tidaak dicari customer kita!
2. Framework EEAT
Singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness (EEAT). Penjelasan mudahnya, adalah cara kita optimasi konten SEO yang bisa membuat calon customer kita semakin yakin dan trust dengan website kita.
Ibarat kita lagi mengobrol soal kisah horor dengan teman, terus dari kita ingin meyakinkan dia agar percaya sama cerita kita walaupun terkesan mistis. Kemungkinan yang kita lakukan adalah:
- “Itu betulan aku lihat langsung kuntilanak saat lagi pergi ke kota [X] (Experience)
- “Menurut paranormal yang aku jadikan tempat konsultasi, kejadian yang aku alami itu memang termasuk horor yang hanya ada 50 tahun sekali. Dan hanya untuk orang-orang tertentu dengan kapasitas spiritual yang tinggi.” (Expertise, Trustworthiness)
- “Aku kan memang terlahir sebagai paranormal, dan ini kejadian lihat kuntilanak wajar saja di tempat yang belum dibersihkan.” (Authoritativeness)
Nah, cara message seperti inilah yang mestinya dimasukkan ke dalam konten SEO, baik itu artikel maupun page. Jadi, daripada alih-alih hanya parafrase artikel-artikel di website sebelah, berlagaklah seolah kita adalah brand ambassador yang lagi mempromosikan brand ke teman-teman kita secara halus.
Hindari penulisan yang generic, ciptakan tulisan yang unik & menempel di kepala.
3. On-Page & Artikel SEO
Sesuai namanya, optimasi dalam page. Ini mencakup:
- Metadata (title & meta description): masukkan keyword + tuliskan copy yang intinya dapat mewakili keseluruhan website dan mengajak orang-orang untuk masuk menjelajahi website
- Headings (H1, H2,…, H6): penempatan headings harus sesuai urutan nomor — jangan sampai H3 ditulis duluan baru H1 atau bentuk penulisan serupa lainnya. Pastikan penulisan headings sesuai konteks paragraf sebelum dan setelahnya agar customer mau lanjut baca dari awal hingga akhir tulisan
- Image: ekstensi menggunakan WeBP atau AViF, ukuran kurang dari 100 kb, alt-text image harus kontekstual sesuai gambar. Tujuannya, agar gambar mudah & cepat dipahami Google sekaligus memperluas jangkauan kebermanfaatan website (karena kita mengoptimasi bagian alt-text image yang mana digunakan teman-teman tunanetra untuk memahami konteks gambar dan isi page)
- URL optimization: pastikan URL tidak terlalu panjang dan langsung intinya, path (garis miring) tidak lebih dari 4, dan ada keyword di dalamnya. Setting URL seperti ini akan memudahkan Google dalam mengakses dan memahami inti keseluruhan page
- Content depth: fokus menulis yang menjawab kebutuhan calon customer, bukan yang asal panjang atau malah terlalu pendek. Selama lebih dari 300 kata dan memang dari customer hanya membutuhkan informasi dengan jumlah kata sekian, maka page juga cukup segitu saja dari segi content depth-nya
Kelima poin ini adalah checklist yang mesti dipenuhi agar page atau bahkan artikel SEO bisa perform dan memiliki ranking yang bagus di Google. Karena dari Google lebih mudah memahami page yang dari segi html memiliki struktur yang berurutan dan konteks yang jelas.
Menulis artikel SEO yang memiliki kaidah on-page yang sesuai adalah cara yang paling mudah untuk melihat performa pertumbuhan SEO website. Karena, penyumbang terbesar organic traffic biasanya dari artikel, sehingga akan memudahkan kita ketika baru belajar SEO, dalam konteks melihat pertumbuhannya dari waktu ke waktu.
4. Manajemen Backlink
Sederhananya, backlink adalah website lain yang merekomendasikan website lain melalui kutipan tulisan yang dikasih URL biru seperti contoh tulisan ini.
Website yang mendapatkan backlink memberikan kesan bahwa website tersebut dapat dipercaya, sehingga authority maupun ranking-nya pada akhirnya akan dinaikkan. Logikanya, semakin sering direkomendasikan, semakin trustable, setuju?
Dalam mempelajari manajemen backlink, pastikan kamu memahami hal-hal di bawah ini:
- Do-follow & No-Follow link: tidak semua website harus diberikan do-follow link (link yang dapat “dimakan” Google untuk dipahami) agar tidak terkesan sebagai upaya manipulasi atau spam. Di satu sisi, ada kalanya kita harus memasukkan no-follow link (link yang diberikan perintah untuk “tidak dimakan” Google) agar bertujuan memperluas jangkauan brand
- Anchor text: kutipan tulisan mana yang ingin diberikan backlink? Apakah, misal, tulisan seperti “Habibah Auni” yang branded? Atau malah, contoh, bagaimana anchor text yang tepat dapat memperkuat sinyal relevansi & kekuatan SEO website seperti ini (yang artinya, backlink lebih kontekstual)?
- Media selection: website apa yang mau kita pilih untuk memberikan backlink pada website kita? Apakah media nasional? Brand? Atau, bahkan blogger? Pemilihan media penting untuk mempermudah distribusi value konten SEO dari website backlink ke website kita. Asal memilih media dapat berpotensi memperburuk performa SEO website kita
Intinya, pada fase pertama ini, kita lebih fokus belajar implement SEO dasar untuk menaikkan performa website agar lebih mudah ditemukan (visibility), sehingga kita dapat lebih mudah track pertumbuhannya di Google Search Console. Sekaligus, memahami konteks optimasi yang kita lakukan terhadap pertumbuhan SEO website.
Karena, cara belajar yang efektif adalah kita langsung praktik dan melihat impact pekerjaan kita secara riil. Fokuskan pada tiga bulan pertama belajar agar kita dapat “connecting the dots” secara tepat dan efektif.
Untuk fase kedua hingga keempat akan dibahas pada artikel terpisah. Nanti akan saya informasikan jika sudah update supaya bisa menjadi acuan teman-teman dalam belajar SEO.
Ingin belajar SEO lebih dalam & terstrukur? Kebetulan, saya open Mentoring Private SEO di tiap bulan, dan untuk batch September ini slot terbatas untuk 2 orang saja.
Program Mentoring Private SEO ini sudah mendapatkan testimoni positif terkait kualitas pembelajaran oleh mentee saya. Baik itu dari gaya mengajar yang dapat disesuaikan dengan karakter personal mentee maupun materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman mentee + langsung praktik saat live mentoring.
Bagi kamu yang tertarik untuk mentoring dengan saya, bisa langsung saja mengisi formulir yang ada di homepage. Atau, menghubungi saya melalui kontak yang tertera di gambar.
Semoga bermanfaat, dan bisa #SelangkahSehati untuk merasakan dampak belajar yang luar biasa dari SEO yang impactful & sustainable!